Sabtu, 23 April 2016

MENINGKATKAN LAYANAN PERUSAHAN DENGAN AUDIT SISTEM INFORMASI MENGGUNAKAN FRAMWORK COBIT 4.1





 ABSTRAK

Pengelolaan Teknologi Informasi adalah suatu struktur dan proses yang saling berhubungan serta mengarahkan dan mengendalikan perusahaan dalam mencapai tujuan perusahaan, serta menyeimbangkan antara resiko dan manfaat dari teknologi informasi. Pengelolaan teknologi informasi dibutuhkan sebuah perusahaan diantaranya untuk meminimalisir kerugian akibat kehilangan data, kesalahan dalam pengambilan keputusan, resiko kebocoran data, penyalahgunaan komputer, kerugian akibat kesalahan proses perhitungan, dan tingginya nilai Teknologi Informasi. Salah satu model tata kelola yang ada adalah COBIT (Control Objectives for Information and Related Technology ) adalah suatu panduan standar praktek manajemen teknologi informasi dan sekumpulan dokumentasi best practices untuk tata kelola TI yang dapat membantu auditor, manajemen, dan pengguna untuk menjembatani pemisah (gap) antara risiko bisnis, kebutuhan pengendalian, dan permasalahan-permasalahan teknis.

LATAR BELAKANG
Penggunaan sistem informasi memiliki tujuan untuk menjaga data-data asset perusahaan dan kemudian menyediakan informasi yang dibutuhkan oleh pihak manajemen dalam membuat keputusan, mendukung integritas data, meningkatkan efektivitas dan efisiensi dari proses bisnis yang dilakukan. Jika sistem informasi mengalami kegagalan dalam memenuhi fungsi tersebut, maka perusahaan akan memiliki resiko beban yang harus ditanggung. Audit Sistem Informasi merupakan salah satu kegiatan yang dapat mengukur sebaik apa sistem informasi yang berjalan dalam organisasi tersebut. Audit sistem informasi lebih ditekankan pada beberapa aspek penting yaitu pemeriksaan dilakukan untuk menilai apakah sistem komputerisasi organisasi dapat mendukung pengamanan asset, dapat mendukung pencapaian tujuan organisasi, sudah memanfaatkan sumber daya secara efisien, serta apakah terjamin konsistensi dan keakuratan datanya
Audit sistem informasi adalah proses pengumpulan dan penilaian bukti-bukti untuk menentukan apakah sistem komputer dapat mengamankan aset, memelihara integritas data, dapat mendorong pecapaian tujuan organisasi secara efektif dan menggunakan sumberdaya secara efisien. Dengan demikian, aktivitas audit perlu dilakukan untuk mengukur dan memastikan kesesuaian pengelolaan baik sistem maupun teknologi informasi dengan ketetapan dan standar yang berlaku pada suatu organisasi, sehingga perbaikan dapat dilakukan dengan lebih terarah dalam kerangka perbaikan berkelanjutan.
Manajemen terhadap informasi dengan menjembatani kesenjangan antara resiko bisnis, kontrol dan masalah. Karakteristik utama kerangka kerja COBIT adalah pengelompokkan aktivitas teknologi informasi dalam standar yang dinilai paling lengkap dan menyeluruh sebagai framework IT audit karena dikembangkan secara berkelanjutan oleh lembaga swadaya profesional auditor yang tersebar di hampir seluruh negara. Dimana di setiap negara dibangun chapter yang dapat mengelola para profesional tersebut



DEFINISI COBIT

COBIT (Control Objectives for Information and Related Technology) merupakan audit sistem informasi dan dasar pengendalian yang dibuat oleh Information Systems Audit and Control Association (ISACA) dan IT Governance Institute (ITGI) pada tahun 1992. COBIT Framework adalah standar kontrol yang umum terhadap teknologi informasi, dengan memberikan kerangka kerja dan kontrol terhadap teknologi informasi yang dapat diterima dan diterapkan secara  internasional. COBIT bermanfaat bagi manajemen untuk membantu menyeimbangkan antara resiko dan investasi pengendalian dalam sebuah lingkungan IT yang sering tidak dapat diprediksi. Bagi user, ini menjadi sangat berguna untuk memperoleh keyakinan atas layanan keamanan dan pengendalian IT yang disediakan oleh pihak internal atau pihak ketiga. Sedangkan bagi Auditor untuk mendukung atau memperkuat opini yang dihasilkan dan memberikan saran kepada manajemen atas pengendalian internal yang ada.



REVIEW

Menurut Gondodiyoto, S. (2007) Melakukan Penelitian audit sistem informasi pada PT.PG Kebon Agung Menggunakan cobit 4.1 Tujuan dari penelitian ini yaitu melakukan evaluasi terhadap penilaian berdasarkan analisis maturity level dan menyusun laporan dari hasil analisa SI/TI pada PT.PG Kebon Agung. Peneliatian ini dibuat untuk memudahkan seorang analis SI/TI untuk mengukur level pengembangan manajemen proses mengukur lebih jauh kapabilitas dari manajemen tersebut dan memudahkan seorang analis untuk menyusun laporan hasil analisnya.
Menurut Yuwono, dkk.(2006:111) Melakukan audit sistem informasi pada rawat inap RSU Haji Surabaya. Pelanggang menjelaskan cara-cara dimana nilai akan diciptakan untuk pelanggan, bagaiman ia menuntut harus dipenuhi dan mengapa pelanggan mau membayarnya. Penelitian ini dibuat karena permintaan terhadap pelanggan. Dengan penelitian ini manajemen dapat meningkatkan permintaan pelanggan terhadap pelayan yang akan diberikan oleh pihak RSU Haji Surabaya tersebut. Pada tahapan ini masih menggunkan Balanced Scorecard yang merupakan suatu sistem manajemen, pengukuran dan pengendalian yang secara cepat, tepat dan komperehensif. Sedangkan tahapan cobit yang digunakan meyediakan pemetaan keselarasan dalam perspektif masing-masing model yang digunakan. Mengendalikan proses TI yang terdiri dari pengembangan suatu metode penilaian sehingga suatu organisasi dapat mengukur dirinya sendiri dari noneksisten ke tingkat optimal (value 0 sampai dengan value 5) teknik pengukurannya dengan Maturity level
Menurut Dzakwan, dkk.(2014) Melakukan audit sistem informasi pada tata kelola sumber daya teknologi informasi dengan kerangka kerja cobit  4.1 untuk evaluasi manajemen pada badan pengawasan keuangan dan pembanguna.  Tujuan menganalisis Maturity Level tata kelola pada sumber daya teknologi informasi pada unit PUSINFOWAS badan pengawasan keuangan dan pembangunan (BPKP) berdasarkan cobit versi 4.1 penelitian ini dibuat karena, untuk mengetahui berada pada level mana manajemen untuk mengelola sumber daya teknologi informasi yang ada pada pusinpowas bpkp. Hasil dari audit maturity level tata kelola sumber daya teknologi informasi ini akan membantu pihak manajemen sebagai landasan dalam melalukan sebuah proses bisnis agar lebih baik, cepat, tepat, efisien, efektif dan hemat biaya.
Menurut Habib dan Labib (2005) Melakukan Audit Sistem Informasi pada Tata Kelola Teknologi Informasi bagian Pengelolaan Data Meggunakan Framework Cobit 4.1 Pada Bank Jateng. Tujuan membuat rencana strategi peningkatan kualitas penggunaan IT untuk pengelolaan data dari tingkat kematangan saat ini ke tingkat kematangan yang diharapkan penelitian ini dibuat untuk meningkatkan kualitas penggunaan IT untuk pengelolaan data pada tingkat kematangannya kualitas penggunaannya, dilakukan dengan kuesioner pada bank jateng menunjukkan bahwa tingkat kematangan saat ini (as-is) ada pada level 3 (defined) yang artinya adalah kondisi dimana perusahaan prosedur distandarisasi dan didokumentasikan kemudian didokumentasi melalui pelatihan yang dijadikan sebagai sasaran maupun objektif terhadap kinerja proses Teknologi Informasi
Menurut Ardi Hamzah (2006) Melakukan Audit Sistem Informasi pada Perusahaan Dagang Aneka Gemilang Bandar Lampung Menggunakan Framwork 4.1 Tujuannya untuk proses evaluasi kinerja pada usaha dagang aneka gemilang yang belum dilakukan. Untuk itu perlu dilakukan audit sistem informasi pada perusahaan gemilang sehingga masalah – masalah dapat dikontrol dan diperbaiki. Penlitian ini dilakukan pada layanan pengadaan, pengiriman dan kualitas barang di perusahaan aneka gemilang, Perencanaan (Planning), melakukan studi literatur terhadap dokumen Perusahaan Dagang Aneka Gemilang yang berkaitan dengan visi dan misi, sasaran tujuan dan rencana strategis Perusahaan Dagang serta menganalisa visi, misi dan tujuan Perusahaan Dagang aneka Gemilang serta strategi, kebijakan-kebijakan yang terkait dengan pengelolaan investasi IT. Pemeriksaan Lapangan (Fieldwork), Penelitian ini bersifat pendekatan survey. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan prosedur standar COBIT (Control Objectives for information and related Technology) yang dikeluarkan oleh ISACA (Information systems Audit And Control Association), data yang diperoleh dapat dengan berbagai metode yaitu : Kuesioner, Yaitu dengan cara membagikan kuesioner kepada setiap bagian yang tergolong Manajemen, Adapun jumlah manajemen yang tersebar sejumlah 10. Selain itu kuesioner yang disebarkan kepada user sejumlah 25 responden sehingga secara keseluruhan didapat total responden 35. Pelaporan (Reporting), Setelah quesioner disebarkan, maka akan didapat data yang akan diproses untuk dihitung berdasarkan perhitungan maturity level.


DAFTAR PUSTAKA



·       Gondodiyoto, S. 2007. Audit Sistem Informasi Pendekatan COBIT. Mitra Wacana Media. Jakarta

·      Yuwono, S., Sukarno, E., dan Ichsan, M. 2006. Petunjuk Praktis Peyusunan Balanced Scorecard. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama

·      Syahid Dzakwan, dkk(2014) . Tata Kelola Sumber Daya Teknologi Informasi Dengan Kerangka Kerja Cobit 4.1 Untuk Evaluasi Manajemen Pada Badan Pengawasan Keuangan Dan Pembangunan Jakarta: Universitas Islam Negri Syarif Hidayatullah

·      Wahib, Abdul, dan Mohammad Labib, 2005, Tata Kelola Teknologi Informasi bagian Pengelolaan Data Meggunakan Framework Cobit 4.1 Pada Bank Jateng, Refika Aditama:Bandung

·      Ardi Hamzah, Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi 2006 (SNATI 2006) ISSN: 1907-5022, Tatalaksana Teknologi Informasi Metode Cobit, Yogyakarta, 17 Juni 2006