ABSTRAK
Pengelolaan
Teknologi Informasi adalah suatu struktur dan proses yang saling berhubungan
serta mengarahkan dan mengendalikan perusahaan dalam mencapai tujuan
perusahaan, serta menyeimbangkan antara resiko dan manfaat dari teknologi
informasi. Pengelolaan teknologi informasi dibutuhkan sebuah perusahaan
diantaranya untuk meminimalisir kerugian akibat kehilangan data, kesalahan
dalam pengambilan keputusan, resiko kebocoran data, penyalahgunaan komputer,
kerugian akibat kesalahan proses perhitungan, dan tingginya nilai Teknologi
Informasi. Salah satu model tata kelola yang ada adalah COBIT (Control
Objectives for Information and Related Technology ) adalah suatu panduan
standar praktek manajemen teknologi informasi dan sekumpulan dokumentasi best
practices untuk tata kelola TI yang dapat membantu auditor, manajemen, dan
pengguna untuk menjembatani pemisah (gap) antara risiko bisnis, kebutuhan
pengendalian, dan permasalahan-permasalahan teknis.
LATAR BELAKANG
Penggunaan sistem
informasi memiliki tujuan untuk menjaga data-data asset perusahaan dan kemudian
menyediakan informasi yang dibutuhkan oleh pihak manajemen dalam membuat
keputusan, mendukung integritas data, meningkatkan efektivitas dan efisiensi
dari proses bisnis yang dilakukan. Jika sistem informasi mengalami kegagalan
dalam memenuhi fungsi tersebut, maka perusahaan akan memiliki resiko beban yang
harus ditanggung. Audit Sistem Informasi merupakan salah satu kegiatan yang
dapat mengukur sebaik apa sistem informasi yang berjalan dalam organisasi
tersebut. Audit sistem informasi lebih ditekankan pada beberapa aspek penting
yaitu pemeriksaan dilakukan untuk menilai apakah sistem komputerisasi
organisasi dapat mendukung pengamanan asset, dapat mendukung pencapaian tujuan
organisasi, sudah memanfaatkan sumber daya secara efisien, serta apakah
terjamin konsistensi dan keakuratan datanya
Audit sistem
informasi adalah proses pengumpulan dan penilaian bukti-bukti untuk menentukan
apakah sistem komputer dapat mengamankan aset, memelihara integritas data,
dapat mendorong pecapaian tujuan organisasi secara efektif dan menggunakan
sumberdaya secara efisien. Dengan demikian, aktivitas audit perlu dilakukan
untuk mengukur dan memastikan kesesuaian pengelolaan baik sistem maupun
teknologi informasi dengan ketetapan dan standar yang berlaku pada suatu
organisasi, sehingga perbaikan dapat dilakukan dengan lebih terarah dalam
kerangka perbaikan berkelanjutan.
Manajemen terhadap
informasi dengan menjembatani kesenjangan antara resiko bisnis, kontrol dan
masalah. Karakteristik utama kerangka kerja COBIT adalah pengelompokkan
aktivitas teknologi informasi dalam standar yang dinilai paling lengkap dan
menyeluruh sebagai framework IT audit karena dikembangkan secara berkelanjutan
oleh lembaga swadaya profesional auditor yang tersebar di hampir seluruh
negara. Dimana di setiap negara dibangun chapter yang dapat mengelola para
profesional tersebut
DEFINISI COBIT
DEFINISI COBIT
COBIT (Control
Objectives for Information and Related Technology) merupakan audit sistem
informasi dan dasar pengendalian yang dibuat oleh Information Systems Audit
and Control Association (ISACA) dan IT Governance Institute (ITGI)
pada tahun 1992. COBIT Framework adalah standar kontrol yang umum terhadap
teknologi informasi, dengan memberikan kerangka kerja dan kontrol terhadap
teknologi informasi yang dapat diterima dan diterapkan secara internasional. COBIT bermanfaat bagi
manajemen untuk membantu menyeimbangkan antara resiko dan investasi
pengendalian dalam sebuah lingkungan IT yang sering tidak dapat diprediksi.
Bagi user, ini menjadi sangat berguna untuk memperoleh keyakinan atas layanan
keamanan dan pengendalian IT yang disediakan oleh pihak internal atau pihak
ketiga. Sedangkan bagi Auditor untuk mendukung atau memperkuat opini yang
dihasilkan dan memberikan saran kepada manajemen atas pengendalian internal
yang ada.
REVIEW
Menurut
Gondodiyoto, S. (2007) Melakukan Penelitian audit sistem informasi pada PT.PG Kebon
Agung Menggunakan cobit 4.1 Tujuan dari penelitian ini yaitu melakukan evaluasi
terhadap penilaian berdasarkan analisis maturity level dan menyusun laporan
dari hasil analisa SI/TI pada PT.PG Kebon Agung. Peneliatian ini dibuat untuk
memudahkan seorang analis SI/TI untuk mengukur level pengembangan manajemen
proses mengukur lebih jauh kapabilitas dari manajemen tersebut dan memudahkan
seorang analis untuk menyusun laporan hasil analisnya.
Menurut
Yuwono, dkk.(2006:111) Melakukan audit sistem informasi pada rawat inap RSU
Haji Surabaya. Pelanggang menjelaskan cara-cara dimana nilai akan diciptakan
untuk pelanggan, bagaiman ia menuntut harus dipenuhi dan mengapa pelanggan mau
membayarnya. Penelitian ini dibuat karena permintaan terhadap pelanggan. Dengan
penelitian ini manajemen dapat meningkatkan permintaan pelanggan terhadap
pelayan yang akan diberikan oleh pihak RSU Haji Surabaya tersebut. Pada tahapan
ini masih menggunkan Balanced Scorecard yang merupakan suatu sistem manajemen,
pengukuran dan pengendalian yang secara cepat, tepat dan komperehensif. Sedangkan
tahapan cobit yang digunakan meyediakan pemetaan keselarasan dalam perspektif
masing-masing model yang digunakan. Mengendalikan proses TI yang terdiri dari
pengembangan suatu metode penilaian sehingga suatu organisasi dapat mengukur
dirinya sendiri dari noneksisten ke tingkat optimal (value 0 sampai dengan
value 5) teknik pengukurannya dengan Maturity
level
Menurut Dzakwan, dkk.(2014)
Melakukan audit sistem informasi pada tata kelola sumber daya teknologi
informasi dengan kerangka kerja cobit 4.1
untuk evaluasi manajemen pada badan pengawasan keuangan dan pembanguna. Tujuan menganalisis Maturity Level tata kelola
pada sumber daya teknologi informasi pada unit PUSINFOWAS badan pengawasan
keuangan dan pembangunan (BPKP) berdasarkan cobit versi 4.1 penelitian ini
dibuat karena, untuk mengetahui berada pada level mana manajemen untuk
mengelola sumber daya teknologi informasi yang ada pada pusinpowas bpkp. Hasil dari
audit maturity level tata kelola sumber daya teknologi informasi ini akan
membantu pihak manajemen sebagai landasan dalam melalukan sebuah proses bisnis
agar lebih baik, cepat, tepat, efisien, efektif dan hemat biaya.
Menurut
Habib dan Labib (2005) Melakukan Audit Sistem Informasi pada Tata Kelola
Teknologi Informasi bagian Pengelolaan Data Meggunakan Framework Cobit 4.1 Pada
Bank Jateng. Tujuan membuat rencana strategi peningkatan kualitas penggunaan IT
untuk pengelolaan data dari tingkat kematangan saat ini ke tingkat kematangan
yang diharapkan penelitian ini dibuat untuk meningkatkan kualitas penggunaan IT
untuk pengelolaan data pada tingkat kematangannya kualitas penggunaannya,
dilakukan dengan kuesioner pada bank jateng menunjukkan bahwa tingkat
kematangan saat ini (as-is) ada pada level 3 (defined) yang artinya adalah
kondisi dimana perusahaan prosedur distandarisasi dan didokumentasikan kemudian
didokumentasi melalui pelatihan yang dijadikan sebagai sasaran maupun objektif
terhadap kinerja proses Teknologi Informasi
Menurut
Ardi Hamzah (2006) Melakukan Audit Sistem Informasi pada Perusahaan Dagang
Aneka Gemilang Bandar Lampung Menggunakan Framwork 4.1 Tujuannya untuk proses
evaluasi kinerja pada usaha dagang aneka gemilang yang belum dilakukan. Untuk itu
perlu dilakukan audit sistem informasi pada perusahaan gemilang sehingga
masalah – masalah dapat dikontrol dan diperbaiki. Penlitian ini dilakukan pada
layanan pengadaan, pengiriman dan kualitas barang di perusahaan aneka gemilang,
Perencanaan (Planning), melakukan studi literatur terhadap dokumen Perusahaan
Dagang Aneka Gemilang yang berkaitan dengan visi dan misi, sasaran tujuan dan
rencana strategis Perusahaan Dagang serta menganalisa visi, misi dan tujuan
Perusahaan Dagang aneka Gemilang serta strategi, kebijakan-kebijakan yang
terkait dengan pengelolaan investasi IT. Pemeriksaan Lapangan (Fieldwork),
Penelitian ini bersifat pendekatan survey. Alat analisis yang digunakan dalam
penelitian ini adalah dengan prosedur standar COBIT (Control Objectives for
information and related Technology) yang dikeluarkan oleh ISACA (Information
systems Audit And Control Association), data yang diperoleh dapat dengan
berbagai metode yaitu : Kuesioner, Yaitu dengan cara membagikan kuesioner
kepada setiap bagian yang tergolong Manajemen, Adapun jumlah manajemen yang
tersebar sejumlah 10. Selain itu kuesioner yang disebarkan kepada user sejumlah
25 responden sehingga secara keseluruhan didapat total responden 35. Pelaporan
(Reporting), Setelah quesioner disebarkan, maka akan didapat data yang akan
diproses untuk dihitung berdasarkan perhitungan maturity level.
DAFTAR PUSTAKA
· Gondodiyoto, S.
2007. Audit Sistem Informasi Pendekatan COBIT. Mitra Wacana Media.
Jakarta
·
Yuwono,
S., Sukarno, E., dan Ichsan, M. 2006. Petunjuk
Praktis Peyusunan Balanced Scorecard. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama
·
Syahid Dzakwan, dkk(2014) . Tata Kelola Sumber
Daya Teknologi Informasi Dengan Kerangka Kerja Cobit 4.1 Untuk Evaluasi
Manajemen Pada Badan Pengawasan Keuangan Dan Pembangunan Jakarta: Universitas
Islam Negri Syarif Hidayatullah
·
Wahib, Abdul, dan Mohammad Labib, 2005, Tata Kelola
Teknologi Informasi bagian Pengelolaan Data Meggunakan Framework Cobit 4.1 Pada
Bank Jateng, Refika Aditama:Bandung
·
Ardi Hamzah, Seminar Nasional Aplikasi Teknologi
Informasi 2006 (SNATI 2006) ISSN: 1907-5022, Tatalaksana Teknologi Informasi
Metode Cobit, Yogyakarta, 17 Juni 2006